Wednesday, 1 January 2014

Dibalik Semarak Tahun Baru


Saat kubuka mata, tak ada perubahan apa pun. Putih kusamnya cat plafon, tembok penuh tempelan foto yang kurang rapi, dan teman sekamar yang masih molor terbalut mimpi. Tepat sama dengan pagi terakhir di tahun yang sebelumnya. Kemudian aku keluar mengangkat kedua tangan dan menghirup tegas udara pagi pertama tahun ini. Masih dengan dingin yang sama, segar yang seperti tahun lalu, dan sepi seperti biasanya.
Pesta Kembang Api pada Perayaan Tahun Baru
Aku belum menemukan perbedaan yang berarti. Hanya saja dering hp nada sms masuk lebih sering terdengar, tak seperti pagi sebelumnya. Banyak jenis ucapan selamat menyongsong tahun baru dan yang senada terkirim ke hpku. Tapi kemudian aku berfikir, ketika aku belum menemukan perbedaan apapun, kenapa pergantian tahun harus disemarakkan dengan sebegitu rupa? Apakah mereka punya pembuktian kelebihbaikan masa depan mereka? “setidaknya kita punya harapan akan tahun depan yang lebih baik”, seorang teman menimpaliku dengan argumennya tepat saat aku menulis ini. “Bukankah harapan sekedar harapan? Belum ada pembuktian apa pun untuk saat ini. Kenapa perayaannya begitu meriah?” balasku. Dia tersenyum dan pergi. ???.


No comments:

Post a Comment